Selasa, 09 Juni 2015

Hari sumpah pemuda



Sejarah :
Sumpah Pemuda lahir tanggal 28 Oktober 1928. Awalnya, PPPI membuat kongres di Jakarta pada  27 Oktober 1928 yang  anggotanya kebanyakan mahasiswa sekolah hukum dan beberapa mahasiswa kedokteran di Batavia. Kongres ini dihadiri oleh 9 organisasi pemuda yang paling terkemuka, yaitu Jong Sumatranen Bond, Pemuda Indonesia, Sekar Rukun, Jong Islamienten, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Pemuda Kaum Betawi dan PPPI. Pokok persoalan yang dibahas dalam kongres tersebut adalah bagaimana cara mendapatkan bentuk persatuan di antara pemuda-pemuda Indonesia yang sudah lama dicita-citakan oleh para pemuda dan mahasiswa Indonesia, baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.
Dalam Kongres itu Pemuda Indonesia harus berfikir secara keras apa saja hal-hal yang bisa mempersatukan para pemuda Indonesia agar tidak terpecah belah. Akhirnya berkat kerja keras dan buah pemikiran yang telah dicampur adukkan dalam suatu Kongres itu terbentuklah Sumpah Pemuda pada 28Oktober 1928. Tanggapan saya tentang Sumpah Pemuda yaitu saya sangat berterima kasih kepada pemuda yang pada zamannya berkumpul dan bisa melahirkan Sumpah Pemuda. Saya bisa mengetahui bagaimana perjuangan pemuda untuk mempersatukan pemuda Indonesia di dalam satu wadah organisasi dan hasil dari kongres itu pun dapat melahirkan suatu ajaran positif.  Sumpah Pemuda menjadi picuan untuk para pemuda Indonesia untuk mempertahankan Indonesia dan menjaga kekayaan budaya Indonesia seperti ragam tari-tarian, ragam bahsa dan masih banyak lagi.
Tanggapan :
Tetapi sayangnya kondisi pemuda pada era ini sangatlah berbeda dengan era Sumpah Pemuda. Pemuda yang berani untuk berjuang mempertahankan kesatuan Indonesia pada masa ini mungkin bisa dihitung. Kebanyakan pemuda masa sekarang sudah terkontaminasi dengan pengaruh budaya asing sehingga mereka tidak memikirkan lagi kesatuan Indonesia, mereka hanya memikirkan hidupnya masing-masing. Norma – norma di Inonesia pun banyak yang dilanggar seperti pemakaian narkoba atau meminum minuman keras.  Padahal minuman keras, pergaulan bebas di Indonesia sangat dilarang. Pergeseran norma dan juga pengaruh budaya asing sangat mempengaruhi jati diri seseorang maupun bangsa.
Maka dari itu, pemuda sekarang harus bisa menjaga dirinya agar tidak lupa dengan jati diri mereka masing-masing bahwa mereka adalah masyarakat Indonesia. Mereka harus bisa berpegang teguh pada norma yang berlaku. Sebagai pemuda masa kini, marilah kita mulai mencontoh perilaku yang dilakukan oleh pemuda masa dulu. Mulailah dari hal kecil, seperti ikut dalam PEMILU yang jurdil atau menjaga budaya bangsa agar tidak diambil oleh bangsa lain, jika ada bangsa lain yang mengambilnya ikutlah berusaha untuk mempertahankan budaya itu. Pemerintah juga bisa ikut ambil bagian dalam mengembangkan jati diri dalam diri pemuda, seperti memberikan pelatihan pendidikan khusus untuk para pemuda yang kurang mampu agar tenaga kerja Indonesia semakin banyak, dan juga dengan tujuan agar pemuda bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri.


0 komentar:

Posting Komentar